Warna Berpengaruh Pada Psikologikal Pembeli Dalam Pemasaran

Pengaruh warna pada psikologikal pembeli tersebut banyak digunakan untuk pemasaran, mereka sudah paham setiap warna yang berbeda memiliki dampak psikologikal yang berbeda pada konsumennya. Sejauh ini kita pastinya sudah tertanam pada warna-warna yang mempengaruhi susunan saraf dalam membedakan warna. Dampak dari pengaruh ini tidak mencolok tapi efektif dan berguna untuk di implementasikan. Beberapa warna yang biasa digunakan akan dijabarkan dibawah ini, berikut penjelasannya dalam konteks marketing.

Merah – Diketahui seluruh dunia sebagai warna “pembelian”. Merefleksikan rasa seperti amarah, gairah, semangat dan pastinya dapat mengambil perhatian. Ketika digunakan dalam skala kecil, merah adalah warna yang sangat bagus untuk menstimulasi penjualan. Meskipun begitu, apabila digunakan dalam skala large, hal ini dapat menurunkan selera konsumen. Merah sangat bagus apabila digunakan untuk menentukan atensi pada pesan secara spesifik atau area yang ingin difokuskan kepada konsumen.

Oranye – Diketahui sebagai warna yang mengganggu dan jarang disukai di dunia. Pengiriman langsung ke pemasar biasanya menggunakan ini di atas amplop untuk memberikan sorotan pada produk yang mereka jual. Oranye sangat diketahui sebagai warna untuk seksualitas dan kreatifitas dan di asosiasikan dengan kegunaannya. Juga sebagai pengambil perhatian, namun bagus digunakan secara hemat dan sebagai aksen warna.

Ungu dan violet – Warna-warna ini sangat subjektif, dan masyarakat antara suka atau tidak suka. Warna ungu mengasosiasikan pada rohaniah dan loyalitas.

Biru – Warna ini sangat di identikan dengan warna menjual yang paling baik dan kebanyakan sebagai warna favorit masyarakat di seluruh dunia, terlepas dari kultur. Biru di cirikan sebagai warna untuk komunikasi; biru terang mendominasi untuk fantasi dan biru tua mendominasi untuk autoritas dan kekuatan. Biru menyihir perasaan tenang, damai dan terbang dalam khayalan.

Hijau – ini adalah warna yang tenang yang membawa kalian merasa seperti di lingkungan luar, hutan, rumput dan padang rerumputan yang subur. Di identikan sebagai taka da gairah, bukan warna yang dapat menstimulasi fikiran.

Kuning – Adalah warna pertama yang dapat dilihat oleh retina. Bagus untuk fokus, atau warna untuk mendapatkan sorotan, dan sebagai aksen warna yang bagus bila digunakan dengan tidak berlebihan.

 

Coklat ­­– menandakan nilai pada sisi tradisional dan natural. Nuansa kayu di asosiasikan dengan jangkauannya; nuansa hitam gelap di asosiasikan sebagai kemewahan dan kekayaan. Cokelat adalah warna yang sangat nyaman dan santai, warna kayu, bumi dan alam.

Netral – Hitam atau putih adalah sentuhan warna yang aman dan efektif. Mereka meningkatkan warna dasar ketika digunakan sebagai nuansa, dan digunakan secara eksklusif, mereka memberikan rasa yang steril.

 

Merah vs Biru – Warna yang dipakai pada pertinjuan

Pengamat menelaah olahraga satu persatu di olimpic 2014 yang mana kompetitornya secara random di tentukan dengan merah dan biru, dengan tujuan untuk identifikasi warna yang dipakai oleh kontestan memiliki pengaruh tersendiri. Event-event tersebut seperti; boxing, tae kwon do, Greco-roman wrestling, dan freestyle wrestling.

 

Beberapa penelitian lainnya juga mendukung merah sebagai pilihan warna terbaik untuk konversi seperti dari:

 

ConversionXL – Penelitian Perbandingan

ConversionXL, menterjemahkan penelitian ke lingkup Olimpic sebelumnya, bila dibandingkan ke empat studi kasus yang mana efek websitenya telah di tes sebelumnya dari tombol yg berbeda di CTR ( 3 studi menunjukkan perbandingan antara merah & hijau dan satunya lagi antara merah & biru). 3 dari 4 studi menunjukkan, tombol merah sangat unggul dari semuanya, namun kalah dengan tombol biru bila dikaitkan dengan studi kasus tersebut.

 

KISSmetrics Infografik – Bagaimana warna berperpengaruh dalam pembelian?

KISSmetrics membuatnya di topic mengenai Infografik – Dengan beberapa wawasan yang menarik. Mengikuti pada tema Merah vs. Biru dimana, sekali lagi kita bisa melihat bahwa keduanya memiliki keuntungan sendiri. ( perlu di garis bawahi, data ini berdasarkan pada penjualan online di amerika utara).

Kedepannya penelitian akan di highlight bahwa kedua warna tersebut bekerja dengan baik untuk pengaturan diskon/izin nya. Meskipun begitu, warna biru lebih terlihat memiliki keragaman antara industry dan segmentasi pemakai.

Jurnal Retail – Apakah Lelaki dapat tergoda dengan warna Merah?

Satu artikel pernah di terbitkan di tahun 2013 tentang Jurnal Retail di bandingkan dengan dampak dari warna merah pada persepsi menabung. Studi mebeberkan bahwa efek dari harga merah vs. hitam pada persepsi menabung konsumen sangatlah dipengaruhi pada jenis kelamin dari konsumen itu sendiri. Lelaki lebih memilih tabungan ketika harga di presentasikan dengan warna merah. Meskipun begitu hal ini sangatlah efektif ketika hanya sedikit keterkaitan yang diharuskan. Wanita terlihat cenderung lebih memilih elaborasi baik antara iklan (penjual) dan dilihari dari ‘ingatan’ tentang harga terbaik.

Kita bisa melihat dari semua penelitian diatas tentang warna yang sangat diaplikasikan untuk harga diskon dengan font warna merah dan diikuti dengan biru. Sebagai tambahan, penelitian diatas menunjukkan merah lebih sering digunakan untuk perubahan dalam penjualan, dan untuk kesadaran dalam keadaan mendesak yang muncul untuk mendorong pembeli. Website harus mempertimbangkan lagi penggunaan warna biru ketika kepercayaan adalah pengaruh terbesar pada konversi, atau tidak mendorong, situasi anggaran pembelian.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*