Telkom Rencanakan Akusisi Perusahaan Berbasis Fintech & E-commerce

Awal bulan di tahun 2017, PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk telah memasukan pendapatan hingga 64,2 Trilliun yang meningkat daripada tahun 2016 lalu.
Telkom pun tengah mengkaji ulang tentang rencananya untuk mengakusisi beberapa perusahaan guna semakin mengembangkan perusahaannya di masa yang akan datang. Sedikitnya ada 10 perusahaan yang masuk dalam daftarnya.

David Bangun selaku Direktur Digital & Strategic Portofolio Telkom menuturkan bahwa rencana tersebut adalah inisiatif tersendiri guna meningkatkan perkembangan bisnis perusahaannya. Hingga kini, Telkom masih melakukan kajian ulang terhadap kesepuluh perusahaan tersebut, yang katanya sebagian berasal dari luar negeri dan sebagian lagi dari Indonesia.

“Sebagian dari perusahaan berbasis e-commerce, dan ada pula perusahaan berbasis financial technology,” Tuturnya saat konferensi pers, di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (07/08/17).

Menurutnya, jumlah dana yang akan dikeluarkan untuk akusisi perusahaan tersebut sampai sekarang belum ada perhitungan yang jelas. Namun, saat ini Telkom masih tetap menfokuskan diri pada perusahaan.

“Saat ini prioritas kami bukanlah anggaran, namun apa yang menjadi kebutuhan Telkom di tahun yang akan datang. Bila tidak mungkin organik, maka kita akan melakukan akusisi,” Lanjutnya.

Ia juga menambahkan bahwa pihaknya kini tengah fokus pada pengembangan bisnis di salah satu cabang perusahaannya yaitu PT Jalin Pembayaran Nusantara (JPN), ia beralasan bahwa perusahaan tersebut sedang melaksanakan tiga jenis usaha yakni mengelola ATM, Electronic Data Capture (EDC) dan switching company

Ia berpendapat bahwa program tersebut mulai beroperasi secara optimal pada tahun 2018 nanti, dan kini mereka masih disibukan dengan perbaikan dan persiapan, termasuk dalam pengintegrasian layanan perbankan BUMN itu sendiri.

Untuk mendukung rencana Telkom tersebut, ia menyebutkan bahwa diperlukan dana sebesar 500 hingga 700 miliar. Namun, untuk nantinya, saham JPN tersebut tidak seluruhnya dikendalikan oleh Telkom, dan akan diserahkan kepada pihak lain, seperti BUMN bila telah sepakat.

“Sedang dibicarakan di Kementerian BUMN. Sekarang 100 persen masih Telkom, tapi nanti akan ditetapkan oleh Kementerian BUMN (pembagian sahamnya),” ujar David.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*