Suksesnya HARBOLNAS 2017, Menjadikan Ecommerce Indonesia Bahan Investasi 2018

Kegitan Besar Ecommerce Indonesia telah terlihat saat HARBOLNAS yang diadakan pada tanggal 12/12 telah menghasilkan total transaksi sebesar Rp 4,7 triliun. Berdasarkan data Nielsen, kenaikan rata-rata penjualan mencapai 4,2 kali bila dibandingkan dengan hari reguler.

Total transaksi tersebut juga didapatkan berdasarkan 254 e-commerce yang berpartisipasi dalam Harbolnas. Namun dari aktivitas Harbolnas ditemukan fakta bahwa 68 persen konsumen yang belanja merupakan pelanggan atau orang yan sering membeli barang secara daring. Kemudian sebanyak lima persen merupakan konsumen yang baru pertama kali belanja online. Sebanyak 77 persen konsumen belanja menggunakan ponsel pintar.

Donald juga memrediksi, saat ini market share produk fesyen secara daring mencapai 12 persen. Hal tersebut menjadi bukti bahwa startup Indonesia sejauh ini memang masih dikuasi industri e-commerce. Kemudian tiga unicorn yang ada di Indonesia juga bergerak di bidang e-commerce, yakni Go-Jek yang berhasil mendapatkan investasi sebesar 1,2 miliar dollar AS pada Juni 2017 lalu, kemudian Tokopedia sebesar 1,2 miliar dollar AS, dan menyusul Traveloka dengan investasi 450 juta dollar AS. Selain tiga unicorn tersebut, SaleStock juga mendapatkan pendanaan sebesar 27 juta dollar AS tahun ini.

Baca Juga :  Bisnis Ecommerce Berkembang Berbalik dengan Ketersediaan SDM

Pertumbuhannya juga mencapai 155 persen year-to-year (YoY) terhadap pembeli dari mobile commerce. Wakil Ketua Amvesindo & Partner of Convergence Donald Wihardja mengungkapkan, Indonesia masih memimpin dari segi pertumbuhan e-commerce dibandingkan negara lain. “Indonesia menjadi negara dengan pertumbuhan penetrasi tercepat di dunia,” jelas Donald, beberapa waktu lalu di Jakarta.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*