Strategi PT Pos Indonesia Dalam Permasalahan Logistik

Strategi PT Pos Indonesia Dalam Permasalahan Logistik

Kegiatan belanja online sudah menjadi gaya hidup dan dianggap solusi atas masalah kemacetan bagi kaum urban. Begitu juga bagi masyarakat yang tinggal di lokasi terpencil, e-commerce dianggap membantu mereka mendapatkan barang-barang dari daerah lain dengan mudah. Tapi bagi perusahaan logistik, itu adalah bukan permasalahan yang sederhana.

PT Pos Indonesia (Persero) misalnya, menyebut biaya logistik di Indonesia belum efisien sebab arus barang hanya terjadi searah. Saat mengantar pesanan e-commerce misalnya, angkutan barang keluar Jawa umumnya penuh, namun kosong saat kembali ke Jawa.

Salah satu strategi yang dibuat oleh Pos Indonesia untuk mengurangi beban itu adalah membangun gudang mini (stock point) di seluruh provinsi di Indonesia. Gudang-gudang tersebut akan disesuaikan dengan kebutuhan penduduk setempat supaya biaya pengiriman barangnya lebih murah. Rencananya, stock point pertama bakal dibangun di Jawa Timur di bulan ini.

PT Pos Indonesia pun berkolaborasi dengan PT Telkom Indonesia untuk memenuhi kebutuhan teknologi dalam pencatatan arus barang di stock pointtersebut. Ke depan, Barkah berharap pemerintah membuka peluang agar BUMN bisa bekerja sama dengan swasta untuk memenuhi permintaan logistik yang kian meningkat.

Kolaborasi juga disarankan oleh Founder and CEO Iruna eLogistics Yan Hendry Jauwena. Menurut dia, kebutuhan masyarakat akan sulit dipenuhi oleh satu perusahaan logistik saja.

Untuk Fast Moving Consumer Goods (FMCG), termasuk produk segar yang cepat membusuk misalnya, e-commerce harus menggandeng perusahaan logistik yang punya fasilitas pendingin. “Kami sarankan sharing resources,” ujarnya.

Baca Juga : Garuda Indonesia Gandeng JD.Id

Sementara Ketua Asosiasi Logistik Indonesia Zaldy Ilham Masita mengatakan, perusahaan yang bergerak di bidang FMCG bisa bekerja sama dengan market place untuk menjual produk-produknya. “Kalau FMCG bisa masuk ke e-commerce, harga barang-barang pangan itu bisa murah,” kata dia. Saat ini sudah ada beberapa market place yang menjual produk pertanian seperti Tanihub.com, Limakilo.com, Agromaret.com dan sebagainya.

Director Supply Chain Great Giant Pineapple Mufroni Fasial Risha menambahkan, perusahaannya sudah mengekspor buah kalengan segar ke 60 negara. Untuk bisa melakukan itu, investasi untuk pengadaan cold storagediakuinya cukup besar. “Kalau perusahaan kecil mau mencoba, bisa menggunakan low technology yang disesuaikan dengan anggaran perusahaan,” ujar dia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*