PT Pos Indonesia Terancam Bangkrut

Nasib PT POS Indonesia

Perkembangan teknologi tak selamanya memberi keuntungan bagi pelaku bisnis di Indonesia. Jika pemimpin perusahaan tidak berinovasi melihat kebutuhan pelanggan dan membaca geliat kompetitor dalam berbisnis, maka siap-siap saja tersingkir dari persaingan. Salah satunya adalah PT Pos Indonesia yang kini dalam posisi terpuruk. Kabar yang beredar terakhir, PT Pos disebut akan bangkrut bahkan sampai meminjam uang hanya untuk membayar tunggakan gaji karyawannya saja. Ketua Bidang Ekonomi Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor), Sumantri Suwarno angkat bicara soal perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Pos Indonesia yang terancam bangkrut.

Perkembangan teknologi tampaknya juga tidak dinikmati oleh PT Pos Indonesia (Persero), perusahaan pelat merah yang juga sesepuh bisnis jasa logistik nasional. Jika perusahaan logistik lain sebut saja PT Citra Van Titipan Kilat (Tiki), PT Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), dan PT Global Jet Express (JNT) mendapat banyak berkah dari menjamurnya jual beli online, marketplace maupun e-commerce, namun tidak demikian halnya dengan PT Pos. Presiden Direktur JNE, Muhammad Feriadi, sebelumnya pernah mengatakan bahwa saat ini telah terjadi pergeseran pola belanja masyarakat dari offline ke online karena lebih mudah dan efisien.

“Orang dulu membeli kebutuhan di supermaket, mal, atau pasar. Sekarang lebih suka belanja online, kenapa? Karena online ini menawarkan harga yang relatif lebih murah dan efisien,” kata Feriadi

Pertumbuhan signifikan yang berlangsung pada produk-produk sektor e-commerce sempat menjadi harapan bagi PT Pos Indonesia. Dikatakan, dalam tiga tahun terakhir e-commerce tumbuh sampai 400 %. Meski begitu, yang paling berkontribusi terhadap perolehan laba masih berfokus pada pengiriman surat dan uang.

Sebagai perusahaan logistik tertua yang memiliki jaringan distribusi sampai ke pelosok tanah air, stigma di masyarakat bahwa mengirim barang lewat pos membutuhkan waktu yang lama dibandingkan jasa pengiriman lainnya tampaknya belum bisa hilang.

Padahal PT Pos sudah berupaya meningkatkan layanan dengan berbagai cara. Misalnya membuka jam operasional lebih lama dari sebelumnya, sampai membuka peluang kerja sama dengan mitra demi memperbanyak jaringan layanannya di tengah masyarakat.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*