Prediksi Transaksi e-Commerce di Indonesia Bakal Tembus Rp 144 Triliun di Tahun 2018 Mendatang

Prediksi ekonomi digital berbasis e-Commerce memang sedang berpeluang besar untuk berkembang di Indonesia, terutama di Jawa Barat. Dengan jumlah populasi yang mencapai lebih dari 250 juta jiwa, Indonesia seolah dipaksa untuk menjadi salah satu pelaku bisnis ekonomi digital di dunia.

Terlebih, berdasarkan hasil data yang diperoleh e-Marketer, mereka mengungkapkan bahwa jumlah pengguna internet di Indonesia setiap tahunnya terus meningkat. Di tahun 2013 saja, angka pengguna internet sudah mencapai 72,8 juta, yang selanjutnya meningkat jadi 102,8 juta pada tahun 2016 lalu. Sedangkan tahun 2017, pengguna internet Indonesia diprediksi telah menembus angka 112,6 juta pengguna.

Lantas kabarnya, Wakil Gubernur Jabar, Deddy Mizwar mengatakan bahwa Indonesia menduduki posisi ke-6 dalam penggunaan internet terbanyak di dunia. Malahan, Indonesia diproyeksikan menyaingi negeri sakura, Jepang yang kini masih menduduki peringkat kelima di tahun ini.

“Di dasari dengan pertumbuhan pengguna internet, Bank Indonesia mempridiksi sekitar 24,7 juta orang yang berbelanja melalui online. Angka transaksi e-Commerce diperkirakan menembus hingga Rp 144 triliun pada 2018 mendatang, seiring dengan naik dari Rp 69,8 triliun di 2016 serta Rp 25 triliun di 2014,” Ungkap Deddy.

Tak hanya itu, Deddy menambahkan, nilai investasi teknologi di sektor e-Commerce serta teknologi finansial telah menembus Rp 22,6 triliun. Hal tersebut membuat persepsi bahwa aktivitas ekonomi digital berpeluang besar masih berjalan sampai saat ini.

“e-Commerce tak cuma menawarkan kemudahan, namun juga hemat waktu, tenaga, serta biaya. Saya menghimbau agar pelaku usaha koperasi dan UMKM di Indonesia terutama di Jawa Barat agar sadar dan melek teknologi seupaya bisa bersaing dengan negara lain” Ujarnya.

Ia berpendapat bahwa Indonesia mesti menjadi basis produksi di kawasan Asia Tenggara. Koperasi usaha mikro kecil dan menengah (KUMKM) harus berkontribusi di dalamnya. Terlebih, saat ini terdapat adanya 8,7 juta UMKM di tanah air.

“Jelas, ini merupakan potensi yang lumayan untuk menjadikan negara kita sebagai global player,” Tutupnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*