ICUBE Sukses Mengandeng 90 Klien di Tahun 2017

Lebih dari 90 klien diseluruh dunia termasuk brand global seperti Sophie Paris, The Body Shop, Krisbow, Dannmar Equipment, eHobby Asia, serta brand lokal seperti, Electronic Solutions, Kawanlama, Hush Puppies Indonesia, Higienis dan sebagainya telah merasakan kehandalan solusi bisnis e-commerce dari ICUBE.

Mencatatkan hasil gemilang di sepanjang 2017 ini ICUBE sukses menggandeng banyak perusahaan menjadi klien mereka untuk perkuat brand nasional dan internasional dari offline ke ranah e- commerce.

ICUBE, partner solusi e-commerce terpercaya di bawah naungan PT Inovasi Informasi Indonesia, senantiasa bangga untuk terus berinovasi memberikan solusi bisnis e-commerce bagi ribuan bahkan jutaan bisnis Indonesia maupun mancanegara. Mengikuti perayaan hari jadi yang ke 14 tahun pada pada 7 Oktober 2017 lalu, ICUBE menutup tahun 2017 dengan menorehkan kesuksesan yang patut diacungi jempol.

Berdiri pada tahun 2003, bisnis ICUBE sendiri berawal hanya dari mengadakan pameran yang kemudian beralih ke retail dan showroom; lalu  merambah ke bidang perdagangan gadget.

Pada tahun 2010, ICUBE mulai mengembangkan sayapnya dan bergerak sebagai perusahaan penyedia solusi e-commerce dan konsultasi e-commerce bagi bisnis global di seluruh dunia. Hanya berselang setahun berikutnya, ICUBE meraih sukses menjadi Magento Professional Solutions Partner dan mendapat title sebagai Magento Developer Partner di Indonesia.

Baca Juga : Ecommerce Akan Proritaskan Menjual Produk Lokal

ICUBE kini juga telah bekerjasama dengan deretan partner teknologi dan solusi e-commerce seperti Midtrans, JNE, Fostok, Go-send, Prism, Acumatica, Dotmailer, Emarsys, Biznet, Amazon AWS, dan Microsoft Azure.

“Sejak tahun 2014 target sales revenue selalu mengalami peningkatan dua kali lipat setiap tahunnya“ tambah Yuni Sucipto, Managing Director ICUBE.

Yuni meyakini bahwa di tahun 2018 nanti kebutuhan akan E-commerce khususnya bagi ritel menjadi sebuah keharusan, karena hal ini tidak hanya membuka sales channel yang baru, namun juga untuk mengakomodir  generasi baru yang memiliki shopping behavior yang berbeda dengan sebelumnya.

“Kalau dulu kita suka ke mall untuk berbelanja barang-barang kebutuhan, kini toko online menjadi sasaran utama untuk berbelanja, baru kalau entah waktu pengirimannya tidak tepat, orang baru belanja di toko,” terang Yuni.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*