Fitur JEMPOL Dari TIKI untuk Pengusaha e-Commerce

TIKI Luncurkan Fitur Jemput Barang untuk Pengusaha E-Commerce

Karena perkembangan Ecommerce di Indonesia semakin maju maka dari itu PT Citra Van Titipan Kilat (TIKI) meluncurkan fitur Jemput Online (Jempol) untuk pengusaha e-commerce.

Namun, fitur Jempol TIKI masih baru bisa dilakukan di Jakarta. “Pengiriman dari Jakarta mungkin sekitar 50% dari keseluruhan TIKI,” ujar Tomy. Porsinya bakal sekitar 65% jika ditambahkan Bogor, Depok, Bekasi, dan Tangerang.

Managing Director TIKI Tomy Sofhian menyatakan, pengguna individual porsinya sebesar 60%, sementara sisanya merupakan pengguna korporasi. Menurutnya, e-commerce saat ini bukan hanya didominasi oleh korporasi. Sebab, banyak juga individu yang berjualan barang secara online dengan skala kecil.

Managing Director TIKI Tomy Sofhian menyatakan, banyak di antara pengusaha online tersebut yang membutuhkan penjemputan barang dagangan. “Kami berinisiatif untuk memenuhi kebutuhan konsumen,” ucap Tomy di Jakarta.

Permintaan masyarakat untuk Jempol juga dibarengi dengan tingginya kecepatan dan harga yang kompetitif. Oleh karena itu, TIKI bakal melakukan efisiensi armada logistik.

TIKI menempati pangsa pasar kedua dalam bisnis kurir domestik pengiriman swasta, setelah JNE. Sedangkan, total transaksi bisnis kurir domestik secara keseluruhan, termasuk PT Pos Indonesia, mencapai Rp 26 triliun tahun 2017.

Tomy mengaku, perusahaan telah melakukan pembenahan restrukturisasi untuk meningkatkan kinerja. “Sebelumnya dipisahkan penjemputan dan pengantaran, ternyata digabung lebih efisen sehingga bisa dimanfaatkan untuk melakukan penjemputan,” jelasnya.

Nantinya, kuartal pertama 2018, TIKI akan melakukan ekspansi Jempol ke kota besar di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, Semarang, Medan, dan Yogyakarta. Namun, Tomy enggan menyebutkan nilai investasi yang disiapkan.

Baca Berita lain :  Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Sedang Mengumpulkan Data Pelaku Usaha Perdagangan Elektronik

Ia berharap Jempol bakal mengerek transaksi individual sebesar 30%. Untuk transaksi korporasi, TIKI akan meluncurkan produk-produk baru untuk perusahaan besar. Salah satunya adalah TIKI-ku yang bakal mempermudah pelayanan digital perusahaan.

Menurut Tomy, tahun 2018, persaingan bakal lebih ketat di bidang jasa pengiriman. Meski begitu, ia yakin perusahaan bakal bertumbuh sebesar 30% tahun depan. “Kami akan terus menjalani program kami berdasarkan apa yang dibutuhkan masyarakat,” tuturnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*