Enakan Mana? Jualan di Marketplace atau Buka Website Sendiri?

Umumnya bagi para pemula, pasti pernah merasa bingung. Mau pilih berbisnis online di marketplace seperti tokopedia, bukalapak, shopify, atau membuka website sendiri. Atau mungkin hanya menggunakan beberapa aplikasi sosial media untuk mempromosikan produk mereka. Namun, Sebelum menentukan mau pilih yang mana, Anda baiknya bila anda membaca tips ini terlebih dahulu,

Bila disuruh mengurutkan mana saja yang akan kami rekomendasikan, maka inilah jejeran pilihan yang kami rekomendasikan untuk anda :

  1. Gabung ke Marketplace
  2. Membuat Website toko online sendiri
  3. Promosi lewat Sosial media

Mengapa sosial media berada urutan terakhir? Jujur saja, kini sosial media sudah tidak mendukung lagi untuk anda mempromosikan produk toko online, Karena mungkin tidak semua orang melihat produk yang telah kita unggah ke sosial media. Bahasa kasarnya sih, Udah capek-capek ngupload foto, eh gak ada yang lihat.

Berlaku untuk semua sosial media, mereka hanya menampilkan unggahan yang baru saja, dan itu juga diprioritaskan untuk yang telah saling follow saja, belum lagi bila post tersebut tertimbun. Dan bila ingin mempromosikan secara ‘resmi’ ada biaya tambahan yang akan dibebankan kepada pengguna.

Marketplace atau Website E-Commerce ?

Menurut anda, Mana yang lebih baik? berjualan di marketplace atau website toko online sendiri? Menurut survey yang ada. Kini setelah hadirnya marketplace di wilayah Indonesia. Kini para pengguna internet ketika hendak berbelanja online. Mereka akan melancong ke Marketplace seperti Tokopedia, Lazada, Bukalapak, dan lain-lain. Dan disanalah seharusnya tempat yang bisa dijadikan target pemasaran produk online.

Namun, pilihan untuk membuat website e-commerce sendiri juga bukan pilihan yang buruk, di sana anda bahkan bisa dengan leluasa mempromosikan dan merangkai sedemikian rupa website anda sendiri dengan brand anda sendiri.

Tapi daripada anda masih bingung dan galau begitu, lebih baik simak kelebihan serta kekurangan pada website e-commerce maupun pada marketplace.

MarketplaceKelebihan:

  • Tidak perlu melakukan marketing yang muluk-muluk seperti SEO, iklan/ads, dsb karena buyer sudah terkumpul.
  • Jauh lebih murah bahkan gratis, tidak perlu biaya domain/hosting, dan yang lebih penting tidak perlu repot urusan server, hosting, dan masalah-masalah IT lainnya.
  • Lebih aman dan terpercaya karena adanya rekening bersama (escrow) dan juga sistem review dari pembeli.
  • Suka ada promo lebih seperti free ongkir, cashback, dll dari pihak marketplace sehingga seller tidak perlu lagi memberikan promo/bonus yang bisa menguras budget.
  • Tidak perlu mendevelop website/sistem karena semuanya sudah disediakan, jauh lebih simpel sehingga kita juga bisa lebih cepat jualan tanpa harus memikirkan metode pembayaran/sistem payment.

Kekurangan:

  • Fitur premium yang disediakan biasanya cenderung lebih mahal ketimbang membuat website sendiri (yang sederhana).
  • Harus mengikuti aturan/ketentuan yang ada, tidak sebebas memiliki website sendiri, selain itu jika suatu hari pihak marketplace mengubah sistem/aturan yang ada maka sellerpun tidak bisa melakukan apa-apa (pasrah saja).
  • Kapasitas upload produk (space) yang terbatas, kita tidak bisa memasukkan banyak produk sampai jumlah tertentu kecuali berlangganan fitur premium.
  • Market jauh lebih kompetitif karena banting-bantingan harga yang ketat dan saingan rekam penjualan dengan seller lainnya, seller-seller yang baru masuk akan cukup kesulitan untuk menghasilkan penjualan karena tidak memiliki reputasi sama sekali.

 

Website E-Commerce

Kelebihan:

  • Secara jangka panjang memiliki website sendiri lebih aman karena marketplace bisa mengubah aturan/sistemnya sewaktu-waktu dan yang lebih buruk lagi marketplace bisa saja tiba-tiba bangkrut/tutup.
  • Terlihat lebih profesional karena memiliki domain sendiri sehingga secara branding dan sosial media marketing bisa lebih mengena dimata konsumen.
  • Bisa lebih kreatif dalam berpromosi (seperti mengadakan event/bonus dan semacamnya), karena branding yang lebih kuat.
  • Bisa bersaing secara value karena tidak perlu banting-bantingan harga seperti di marketplace.
  • Bebas melakukan apapun dengan website sendiri, Anda bisa menentukan sistem dan aturan sendiri tanpa dibatasi oleh siapapun.
  • Kapasitas yang lebih besar sehingga bisa mengupload produk sebanyak apapun (selama bersedia bayar biaya servernya juga).

Kekurangan:

  • Lebih ribet karena pastinya akan ada masalah seperti server yang crash, sistem payment/cart yang bermasalah, dan kita harus memarketingkan website baru dari nol sehingga mau tidak mau kita harus mempelajari teknik-teknik digital marketing seperti SEO, sosial media marketing, email/sms marketing, content marketing, iklan/ads, dll.
  • Harus repot-repot mendevelop dan maintain toko online, memastikan website tetap online dan update, selain itu mendevelop website jenis e-commerce tidaklah mudah, alternatifnya adalah kita bisa gunakan CMS jadi seperti WordPress (WooCommerce)
  • Jauh lebih mahal karena harus keluar biaya domain dan hosting setiap tahunnya.

Jadi, kami bisa merekomendasikan anda untuk lebih memprioritaskan membuat akun toko online anda di marketplace, selain semuanya telah tertata rapi, praktis secara sistem. Anda juga akan dapat menarik audience lebih banyak daripada di sosial media dan website e-commerce. Tapi untuk berjaga-jaga, cobalah untuk membuat akun sosmed toko online shop anda. Bila perlu anda bisa menghandle keduanya.

Jadi, bagaimana? Sudah memutuskan mau bikin toko online dimana? Selamat berbisnis online.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*