E-Money Marketplace Harus Punya Izin Bank Indonesia

E-Money Marketplace Harus Punya Izin Bank Indonesia

Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara menegaskan, setiap perusahaan e-Commerce maupun financial technology yang ingin menerbitkan uang elektronik harus mendapatkan izin dari BI, sebagai regulator sistem pembayaran. Sebab hal ini memang sudah diatur dalam Undang-undang.

Bank Indonesia memutuskan untuk menghentikan sementara layanan uang elektronik yang diterbitkan sejumlah perusahaan e-Commerce maupun financial technology. Mulai dari TokoCash milik Tokopedia, ShoopePay milik Shoope, Bukadompet milik Bukalapak, dan yang terbaru Paytren milik Yusuf Mansyur.

Hasil gambar untuk e money

Keputusan bank sentral menghentikan sementara layanan itu, lantaran perusahaan e-Commerce maupun financial technology yang menerbitkan uang elektronik tersebut belum memiliki izin. Karena itu, diharapkan perusahaan tidak begitu saja menerbitkan uang elektronik, tanpa izin bank sentral.

Baca Juga :  Bisnis Online Menjamur Pendapatan PT Citra Van Melonjak Hingga 30 Persen

Berdasarkan Surat Edaran BI Nomor 16/11/DKSP tanggal 22 Juli 2014 tentang Penyelenggaraan Uang Elektronik, penerbit uang elektronik wajib mendapatkan izin dari bank sentral jika floating fund atau dana mengendap mencapai Rp1 miliar. Ketentuan tersebut, wajib diikuti semua perusahaan.

“Karena regulator sistem pembayaran itu ada di BI, bukan di kami,” kata Rudiantara

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*