E-Commerce Indonesia Didominasi Produk Impor

Tren peningkatan e-commerce (ekonomi berbasis elektronik) di tanah air harus diiringi dengan perubahan komposisi asal produk yang di perjualbelikan. Pasalnya, hingga saat ini meski ekonomi berbasis elektronik terus mengalami peningkatan ternyata produk yang dijual masih didominasi barang impor sehingga dikhawatirkan tidak memberikan dampak yang lebih positif bagi perkembangan perekonomian nasional.

Bandung salah satu contoh yang baik karena dari banyak UKM yang meramaikan ekonomi berbasis digital, mayoritas merupakan produsen dan memproduksi barang sendiri. Tidak sekadar menjual barang, khususnya impor. Ekonomi berbasis elektronik semakin berkembang di Indonesia.

Potensi ekonominya besar dan menjadi salah satu tulang punggung perekonomian nasional. Data transaksi digital Indonesia tumbuh pesat dalam 5 tahun terakhir. Menurut Data dari eMarketer transaksi e-commerce Indonesia mencapai Rp 25,1 triliun pada 2014 dan naik menjadi sekitar Rp 69,8 triliun pada 2016. Dalam dua tahun pertumbuhannya mencapai 179%.

Kenduri e-UKM merupakan salah satu program idEA yang mempunyai visi menjadikan Indonesia sebagai negara berbasis ekonomi digital melalui kemitraan dengan para partner di Tanah Air. Program ini diharapkan turut mewujudkan pertumbuhan e- commerce Indonesia.

Bandung menjadi kota ketiga tuan rumah Kenduri e-UKM. Sebelumnya, Kenduri e-UKM digelar di Yogyakarta dan Makassar. Setelah Bandung, akan ada delapan kota lain yang akan menjadi tuan rumah Kenduri e-UKM yaitu Surabaya, Balikpapan, Semarang, Medan, Pontianak, Palembang, Denpasar, dan Solo

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*