Barang Yang Dijual dalam Platform e-Commerce Berasal dari Cina

Barang Yang Dijual dalam Platform e-Commerce Berasal dari Cina

Perkembangan ecommerce di Indonesia saat ini semakin pesat, pasalnya banyak masyarakat Indonesia yang beralih untuk berbelanja online demi memnuhi kebutuhan hidupnya. Maka dari itu banyak pula pelaku usaha ecommerce di Indonesia bermunculan. Menurut  Wakil Presiden Republik Indonesia Jusuf Kalla mengatakan sekitar 94 persen barang-barang yang dijual dalam platform e-commerce berasal dari Cina. Oleh karena itu, dia meminta kepada para emiten pasar modal agar memperluas ekspansinya ke sektor riil untuk mendorong produktivitas.

Menurut JK, indikator pertumbuhan ekonomi Indonesia rata-rata menunjukkan performa yang baik. Akan tetapi, pertumbuhan ekonomi di dalam negeri masih tertinggal dengan negara lain.

“Saya mendengar laporan e-commerce, 94 persen yang dijual itu barang Cina, artinya pasar inilah yang harus kita manfaatkan oleh investor yang ada di pasar modal,” ujar Jusuf Kalla ketika membuka perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia, Selasa (2/1).

“Indeks (IHSG) itu supply and demand, banyak orang banyak uang, tentu karena akibat ini adalah faktor penyeimbang, bagaimana antara keseimbangan pasar modal dan pasar uang,” kata Jusuf Kalla.

Baca Juga : Faktor Pengembangan Bisnis Ecommerce

Salah satu cara untuk menggairahkan investasi asing yakni dengan menurunkan suku bunga secara perlahan-lahan. Dalam hal ini secara teratur Bank Indonesia sudah mengatur penurunan suku bunga tersebut, dengan harapan dapat meningkatkan investasi di sektor riil dan pertumbuhan kredit.

JK menjelaskan, kenaikan indeks pasar modal merupakan salah satu imbas dari turunnya bunga perbankan. Banyak orang yang beralih dari investasi deposito ke pasar modal karena menghasilkan keuntungan lebih besar.

 

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*