Alibaba Tutup Toko Online

Hasil gambar untuk Alibaba Tutup 240 Ribu Toko OnlineInduk perusahaan perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) Alibaba sepanjang 2017 menutup 240 ribu toko online atau dalam jaringan (daring) yang diduga menjual barang tiruan di Cina. Perusahaan milik Jack Ma itu juga membantu membongkar kasus pemalsuan barang senilai 4,3 miliar renminbi (sekitar Rp 8,6 triliun), demikian laporan tahunan Alibaba.

Alibaba telah menggunakan acara Single’s Day untuk memancing perusahaan internasional menjual di platform-nya. Lebih dari 40 persen merek yang ikut dalam perayaan tahun ini berasal dari luar China, menurut perusahaan riset eMarketer Retail. Meski Single’s Day banyak menarget konsumen China, para ahli menuturkan tren ini semakin meluas ke negara-negara lain.

Sebelumnya, CNN Money melaporkan Alibaba mampu cetak penjualan sekitar US$ 1 miliar atau sekitar Rp 15,36 triliun (asumsi kurs 13.536 per dolar Amerika Serikat) hanya dalam dua menit.  Pencapaian ini mampu diraih saat berlangsungnya perayaan Global Shopping Festival 2017 pada 11 November 2017 di China.

Baca Juga :  Mehindari Penipuan Belanja Online, Bareskrim Polri Membentuk Satgas e-Commerce

Meskipun Alibaba terus berupaya membersihkan platform layanannya dari penjualan barang tiruan, perwakilan anak perusahaannya, Tabao.com, di Amerika Serikat pada bulan ini memasukkan daftar hitam beberapa merek ternama karena menjual barang tiruan dan melanggar hak kekayaan intelektual.

Sementara itu, Alibaba berencana membayar gaji sebesar 350 ribu hingga 400 ribu renminbi (sekitar Rp 700 juta – Rp 800 juta) per tahun kepada dua karyawannya yang berusia di atas 60 tahun bekerja di markas Taobao di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, laporan China Daily.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*